Sonet 10

by lizamaulida

Ada selembar kertas yang belum
bertulisan.
Apakah kauharapkan aku ke
mari seperti semula,
belum penuh dengan coretan?

Ada yang ingin menulis aksara
demi aksara
dan tahu tak akan mencapai
kalimat meski ada tanda seru
di ujungnya.

Tidak semua
memerlukan tulisan,
(Apakah aku kaubayangkan
selembar kertas itu?)
meski sudah terlanjur tercatat
sebelum sempat diucapkan.

Air menyeret catatan berkelok-
kelok di sepanjang sungai
bila penghujan.

Tetapi sama sekali tak terbaca
bahkan ketika sudah begitu
rekah-rekah perangai
kemarau. Tinggal garis-garis
yang carut-marut di dasarnya.

Kau mengharapkanku kembali
seperti itu?

Risaukah kita
ketika menyadari bahwa tulisan
tak perlu, ternyata?

- Sapardi Djoko Damono -